DASAR-DASAR DALAM HAL MENDIDIK ANAK
1.Pemahaman atas anak adalah sebagai investasi masa depan
Anak adalah generasi penerus kita apabilah suatu saat nanti kita telah menjadi tua atau telah tiada.
di tangan merekalah dunia dengan kekuasaan,ilmu dan harta di kendalihkan.
Apa yang terjadi pada dunia ini kelak di tangan mereka,jika semua ini tergantung dari apa yang kita
tanamkan atau dari apa yang kita ajarkan kepada mereka, dengan kata
lain'' semua adalah hasil dari didikan kita sebagai orang tua''.
Jika anak di didik dalam keluarga dan lingkungan yang
baik,maka anak tsb akan tumbuh menjadi anak dengan berkarakter positip
dan penuh karisma.Anak bukan hanya pintar, tetapi cerdas dan berwawasan
yang luas.Anak ini mampu menyelesaikan masalah dan mencari solusinya.
anak-anak dengan karakter inilah yang menjadi pemimpin yang baik.
2.Mendidik anak di mulai dari kandungan
Menurut penelitian para ahli,pada bulan kelima usia kehamilan sistim
pendengan janin sudah cukup matang sehingga memungkinkan janin tsb
mendengarkan bunyi-bunyi di luar.Pada tahap ini anak sudah dapat
berintraksi dengan hal-hal yang beradah di luar rahim.Khususnya
suara-suara atau bunyi serta adanya hubungan psikologi dengan
ibunya.Ditahap inilah pendidikan anak ini telah di mulai sebagai contoh;
-Bercakap-cakap dengan janin,perkenalkan ibu,ayah dan kakak,kelak lahir bayi tsb telah mengaenal suara dari keluarganya.
-Bacakan dongeng dan puisi,ini merupahkan salah satu sarana yang baik untuk mengasah kecerdasan emosi dan empati anak.
-usap dan tepuklah perut dengan lembut,tujuannya
untuk menjalin komunikasih serta memberihkan sensasi yang lebih
sempurnah.kata-kata yang kita ucapkan menjadi lebih bermakna jika di
sertai dengan sentuhan.
-perdengarkan musik,menurut
penelitian stimulasi musik dapat menambah potensi kecerdasan anak.Tapi
hanya musik tertentu seperti musik kelasik,beathoven dan mozart, jadi tidak semua musik dapat
mencerdaskan anak.(Bersambung...).
3.Pendidikan harus bertahap
Dalam hal melakuhkan proses pembelajaran segala sesuatu tentuhlah harus
dilakuhkan secara bertahap, begitu juga hal itu berlakuh dalam hal
mendidik anak.Tahapan-tahapan atau langkah-langkah yang tepat sangatlah
berpengaruh sekali bagi perkembangan mental atau jiwa anak.Dengan
tahapan baik dan tepat,anak lebih mudah menerimah dan merespon hal-hal
yang baru.Anak lebih mudah menerimah proses pembelajaran dalam segala
hal dengan fun,nyaman,gembira dan menyenangkan.Sebagai contoh ketika
kita mengajak anak belajar.Ketika usia dini anak lebih cenderung
bergerak aktip dengan penuh kegembiraan dan energik,anak tidak dapat
duduk diam dan tenang dalam waktu lama.Dan cara untuk membuatnya belajar
tenang adalah dengan memberihkan apa yang ia inginkan.Sesudah itu
berihkan permainan dan pelajaran yang membutuhkan konsentrasi.Beri waktu
10-15 menit.Jika anak merasa asyik dan nyaman dengan apa yang di
lakuhkan,tambahkan waktunya 5 menit,begitu seterusnya.Dengan
demikian,anak dapat bermain sambil belajar konsentrasi dalam proses
pembelajarannya.Dan sebagai catatan,semua harus di laksanahkan dalam
suasanah dan tempat yang mendukung.
Dalam usia dini, proses pembelajara anak lebih di fokuskan ''Bermain
sambil Belajar''.Setelah usia anak bertambah,maka proses belajar anak di
tingkat lagi dan proses main mulai di sesuaikan.
4.Pendidikan di mulai dari yang ringan dan mudah
Mulailah pendidikan anak dari yang ringan dan mudah.Ajarlah anak dari
hal-hal kecil yang baik,ringan dan mudah sekali untuk di lakuhkan.Dan
dari hal-hal kecil,ringan dan mudah inilah anak menjadi terbiasa dengan
hal yang baik,teratur dan disiplin.Dan dari kebiasaan yang baik inilah
terbentuk karakter yang baik dan menanamkan images bahwa ''Kebaikan itu
mudah dan gampang di lakuhkan di manahpun dan kapanpun''.
Dengan demikian anak mempunyai mentalitas yang baik untuk melakuhkan pekerjaan yang besar pula.
Dengan kata lain anak mulai'' Berproses dalam pembelajaran''.
5.Mendidik anak dengan kasih sayang dan perhatian serta dengan komunikasi yang baik
Mengerti dan memahami anak serta komunikasi yang baik dengan anak adalah
bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak yang
terbaik.Pada dasarnya semua anak ''senang belajar''.Tetapi semangat
belajar ini apakah sudah mendapatkan dukungan sepenuhnya dari orang tua?
Kadang orang tua hanya berfokus pada ''kekurangan si anak'',tampa memperhatihkan sisi ''positip si anak''
yang jauh lebih luar biasa yang luput dari perhatiannya,sehingga kadang terjadinya kekerasan terhadap anak.
Anak menjadi murung,sedih dan tertekan jiwanya,hal ini dapat berdampak
negatip terhadap prestasi belajarnya.Apalagi di tambah dengan kurikulum
sekolah yang padat,serta suasana yang kurang menyenangkan,membuat anak
takut terhadap kegiatan belajar.
Memahami dunia anak adalah dunia bermain yang spontanitas dan
menyenangkan merupahkan hal yang bijaksana bagi setiap orang tua.Dengan
demikian kita dapat menciptahkan suasana yang nyaman dan meyenangkan
yang dapat mengoptimalkan minat belajar anak.Hendaknya kita harus tahu
apa yang di senangi anak,suasana yang bagaimana yang mereka
inginkan,serta media dan cara apa yang menarik bagi anak.
Jika semua sarana di atas sudah terpenuhi,secara otomatis membuat
semangat,betah,senang serta punya kesiapan untuk menerima apa yang akan
di sampaikan orang tua.
Memahami kemampuan anak dari mengeksplorasikan atau mempelajari sesuatu
berdasarkan gaya belajar atau cara kombinasi bagaimana seseorang anak
menyerap,menerima,mengatur serta mengolah informasi,
berdasarkan kemampuan sub modalitasnya, yaitu visual(melihat),auditorial(mendengar) dan kinestetik(gerak).
Cara menyerap,menerima dan mengolah informasi tiap anak berbeda-beda berdasarkan sub-modalitasnya.
Masing-masing anak mempunyai keunggulan dan kekurangan di
sub-modalitasnya tersendiri.Ada yang unggul di visual, unggul
auditorial,unggul kinestetiknya atau ada yang keduanya.
Tentunya bentuk memahami,mengerti perhatian dan mengasih anak dapat
diwujudkan pula dengan komunikasi yang terjalin baik antara anak dengan
orang tua.Komunikasi yang terjalin baik adalah komunikasi yang dapat di
terima kedua pihak dan dapat menggugah serta menyentuh hati.Dengan
demikian segala sesuatunya masalah dapat dengan mudah di atasi dan di
carikan solusinya.